Secercah kerinduan - Ust. Ahmad Mu'allim Umam
Kepada : Yth. Seluruh keluarga Ponpes Darul Iman NWDI
Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh
Puji syukur senantiasa saya panjatkan kepada Allah Swt yang telah memberikan karunia kepada saya untuk menjadi bagian dari keluarga pondok pesantren Darul Iman. Dari para gurunya saya belajar banyak tentang keikhlasan, ketekunan, kesabaran, dan keistiqamahan. Mereka tak berbicara kecuali itu mengandung kemaslahatan bagi para santri nya, mereka tidak bertindak kecuali itu mengandung kebaikan untuk para santri nya, dan mereka tidak berdoa kecuali terselip dalam do’a nya kesuksesan untuk santrinya.
Sholawat dan salam senantiasa menjadi kado terindah bagi baginda sang pembawa hidayah, pejuang yang istimewa, ucapan nya menjadi ruh bagi hidup ini, dan perangai nya adalah pelita bagi jiwa ini, shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Melalui surat kecil ini saya ingin menyampaikan pesan rindu kepada seluruh pejuang islam yang turut serta berjuang melalui pondok kita tercinta, semoga Allah Swt senantiasa meneguhkan Langkah perjuangan kita dalam rangka mencerdaskan bangsa, dan ikut serta mengharumkan nama baik agama dan tanah air tercinta dengan ilmu dan adab yang mulia.
Beberapa waktu lalu saya mendapatkan surat surat kecil yang datang dari para santri, berisi pertanyaaan-pertanyaan indah yang membuat saya tersenyum dan bersyukur. Saya mencoba menjawabnya satu persatu sambil membayangkan mereka yang jauh disana menunggu akan jawaban dari surat yang mereka kirim. dan tergambar jelas dari tulisan mereka yang sangat rapi, dan indah, dihiasi dengan Bahasa yang sangat sopan, menunjukkan bahwasanya mereka ini adalah para penuntut ilmu sejati. Mereka benar-benar menggabungkan antara ilmu dan adab dalam bertanya. Saya berharap kelak mereka mampu menjadi orang orang yang bermanfaat untuk bangsa ini.
Pesan saya untuk mereka, janganlah berhenti bertanya tentang apa yang belum kalian ketahui dari suatu ilmu. Kami para guru akan sangat senang dan Bahagia sekali menerima pertanyaan-pertanyaan dari kalian wahai para santri yang sholeh dan sholehah, itu semua demi kebahagiaan kalian kelak dimasa yang akan datang.
Bagi para asatidz, ada hal menarik yang pernah disampaikan oleh Al-Habib Ali Al-Jufri, Yaitu; “tidak ada santri yang nakal. Yang ada hanyalah kita yang kurang bersabar” . maka, kesabaran yang tinggi memanglah sudah sepantasnya dimiliki oleh murabbi sejati dalam mendidik para santri di pondok kita tercinta ini. Saya berharap para guru dapat benar-benar menempatkan kesabarannya dalam mendidik para santri, hingga kelak mereka lah yang akan memberikan syafaat bagi kita, mendo’akan kita, dan kedua orang tua mereka. Aamiin Yaa Rabbal ‘alamiin..
Bagi para alumni, jadilah duta pondok yang memegang teguh dua hal, yaitu: Kesantrian, dan Pengabdian. Kesantrian memiliki makna yang begitu indah, dimana engkau harus selalu ingat bahwa engkau adalah seorang santri dan kini telah resmi menjadi maha santri. Tanggungjawab sebagai alumni tidaklah mudah, nama baik pondok ada di Pundakmu. Baik buruknya perangaimu akan menjadi wajah bagi pondok dimanapun engkau berada. Maka berperilakulah sebaik mungkin, dahulukan adab diatas segalanya, jangan menjadi kacang yang lupa akan kulitnya, kuatkan silaturrahi mu dengan para gurumu, maka insya Allah engkau akan mendapatkan ketenangan dan keberkahan dimanapun engkau berada.
Selanjutnya -yang kedua- bagi para alumni ialah; Pengbdian. Dimanapun engkau berada, kami akan sangat membanggakanmu jika engkau mengambil peran penting dalam pengabdian, meski itu hanya sekedar mengajarkan mengaji di mushallah di tempat-tempat kalian berdiam. Dan kami sadar bahwasanya setiap kalian memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Kami tidak menuntut kalian untuk harus menjadi ketua disebuah organisasi, atau menjadi khatib pada shalat jum’at, jika itu mudah bagi kalian maka lakukanlah, namun jika tidak, maka apapun kemampuan lain yang bisa kalian lakukan, maka berkhidmahlah dengan apa yang bisa kalian berikan. Dengan begitu kalian akan menjadi sebaik baik manusia. Sebab, sebaik-baik manusia ialah yang bermanfaat untuk manusia yang lain.
Dan untuk seluruh tenaga yang membantu menjaga ketertiban dan kelestarian pondok, baik itu; ibu dapur, dan yang lainnya. saya berharap agar Allah senantiasa menguatkan hati dan jasmani mereka dalam berkhidmah. Hormati dan patuhilah mereka! Hargai jerihpayahnya! karena dengan keberadaan merekalah kita semua di pondok ini bisa hidup dengan sejahtera dan penuh dengan ketentraman. Mereka laksana lilin yang rela letih dan terbakar demi kemaslahatan kita bersama.
Demikian surat singkat ini saya buat dengan mengharapkan ridha dari Allah Swt. Semoga setiap kita yang berjuang di pondok ini, baik itu para guru, santri, alumni, bahkan tenaga-tenaga yang membantu dalam pengembangan dan kelestarian pondok ini, senantiasa dikumpulkan oleh Allah Swt bersama baginda Rasulullah Saw di dunia dan di akhirat. Aamiin YRA
Sekian,
Wallahu Al-Muwaffiq Wa Al-Haadi Ilaa sabiil al-rasyaad
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh
Alexandria, Mesir 25/Agustus/2021
Ahmad Mu’allim Umam

Trmksh anakku, sebesar kerinduanmu pada pondok dan keluarga Darul Imanman sebesar itulah kerinduan kami padamu. Berjuanglah terus utk menjadi lbh baik, ingatlah terus semangat kita "utamakan adab sblm ilmu". Doa terbaik selalu dari kami, Allahu yahfazukum...
BalasHapus*Abi dan Ummi*