TAAMMULAT
Kalaulah sempat, tinggalkanlah sejenak semua rutinitas dan "kesemrawutan" kota. Pergilah ke desa dan nikmatilah keindahan panorama alam. Bukalah mata, bangkitlah dari tidur dan jernihkan pikiran. Cobalah untuk melangkah dan menyusuri jalan-jalan setapak yang diapit rerumputan. Nikmatilah sejuknya udara dan butiran embun pagi hingga saat mentari mengintip di ufuk timur. Biarkan jiwamu bercengkrama dengan alam.
Lalu bila tiba waktunya, rukuk dan sujudlah pada-Nya. Sungguh, ada banyak bahagia yang Tuhan titipkan pada semesta, lihatlah dan rasakan sembari memuji keagungannya.
.
.
.
Kenapa saya selalu bilang “kalaulah sempat”. Sebab pada hakikatnya apa yang saya coretkan telah pun banyak diketahui oleh teman-teman. Hanya saja, sebagai manusia kita sering lupa.
Kita sering lupa bila telah menjadikan semesta bak ruang pembelajaran yang paling paripurna.
Dari air manusia belajar tentang tentang
ketenangan dan keteguhan hati. Walaupun menghadapi banyak rintangan dan benturan, air tetap tenang dan teguh pendirian melalui semuanya hingga ke laut.
Dari batu manusia belajar tentang ketegaran, walau dihantam badai dan hujan, batu tak gampang pecah, ia tetap kuat meski lumut hinggap di tubuhnya.
Dari tanah manusia belajar kesabaran. Meski sering diinjak-injak ia tetap menumbukan tanaman.
Dari kupu-kupu manusia belajar tentang mengubah diri. Seekor kupu-kupu bertransformasi dari ulat yang menjijikkan. Setelah mengurung diri dalam kepompong, akhirnya berubah wujud menjadi seekor kupu-kupu yang cantik dan indah dipandang mata.
Dari semut manusia belajar kebersamaan dan gotong royong. Untuk menggotong benda yang jauh lebih besar dan lebih berat dari tubuhnya, semut harus bekerjasama dan bergotong royong menuju ke lubang sarangnya. Menikmati santapan lezat bersama-sama.
Dari kura-kura manusia belajar bagaimana bersabar memikul beban hidup. Sejak kecil kura-kura harus memikul cangkangnya. Meskipun jalannya lamban ia sama sekali tak pernah berjalan mundur. Ia terus berjalan ke depan.
Dari makhluk-makluk kecil yang sepintas tak bermanfaat, manusia belajar tentang bagaimana kehebatan Tuhan dalam membagi karunia-Nya.
Pada si kaya yang ditemuinya, manusia belajar arti syukur, dan pada si papah manusia belajar arti sabar.
Ah, sepertinya kita harus rajin-rajin piknik.
Lakal hamdu ya Rabb.
Oleh : Lalu Ali Wira Syahbana (Alumni 2 PONPES Darul Iman NW Bentek 2020)

Komentar
Posting Komentar